萝莉乖乖让我爱

萝莉乖乖让我爱Zero Waste, Health, Science, Movie, Business and Tips!

Latest Update
Fetching data...

Saturday, November 9, 2019

Perbedaan Film Ratu Ilmu Hitam tahun 2019 vs tahun 1981

萝莉乖乖让我爱
Tahukah kamu bahwa film ini terinspirasi dari film yang berjudul sama yang tayang di tahun 1981.
Di sini saya akan coba membandingkan versi 1981 dengan versi 2019. Buat kalian yang penasaran, yuk kita simak videonya.

Sutradara dan Penulis

Layaknya film Pengabdi setan, rupanya Joko Anwar masih tergila-gila dalam me remake film horror jadul.
Skenario Film Ratu Ilmu Hitam tahun 2019 di tulis oleh Joko Anwar. Ciri khas dari bang Joko ini terdapat di skenario dalam membangun atmosfer horror dalam film. Cuma menurut saya pribadi, atmosfer horror yang paling kental sejauh ini hanya pengabdi setan, kedua yaitu film Perempuan Tanah Jahanam dan ketiga film Ratu Ilmu Hitam ini. 
DI film Ratu Ilmu hitam versi 2019 ini malah lebih menekankan ke dalam atmosfer thriler. Memang semua terasa make sense karena sutradara dari film ini tak lain dan tak bukan yaitu Kimo Stamboel. Kalian tahu dong film Rumah dara? Gila sih... menurutku film rumah darah adalah film horror yang sampai sekarang masih membekas di pikiran. Dan benar saja film ini atmosfernya seperti film rumah dara. DI film ini banyak sekali adegan adegan yang dibilang sangat “tidak nyaman” untuk di tonton. Atmosfer thriler ini sangat begitu lengkap dibalut skenario horror yang ditulis bang Joko.
DI film Ratu Ilmu Hitam versi 1981 di sutradarai oleh Imam Tantowi. Imam Tantowi juga merupakan sutradara dan penulis skenario. Beberpa film karya beliau yaitu Jaka sembung Sang Penakluk (Sebagai Penulis Skenario), film Pengabdi Setan versi 1980, dan masih banyak lagi. Terlihat sekali ya kawan, ternyata Bang Joko Anwar begitu terinspirasi dari Bapak Imam Tantowi.

Pemain

Pemain utama di Film Ratu Ilmu Hitam versi tahun 1981 tentunya adalah Suzana. Beliau memerankan tokoh utama yaitu Murni sang Ratu Ilmu Hitam. Selanjutnya di susul oleh aktor Alan Nuary, dan aktor yang mempunyai ciri khas lawaknya yaitu Dorman Borisman beserta aktor-aktor lainnya.
Di Film Ratu Ilmu Hitam Versi 2019 diperankan oleh pemain andalan bang Joko yaitu Ario Bayu, Hannah Al Rasyid, Zara, Ari Irham, Putri Ayunda, dan masih banyak lagi. Yang berbeda di film Ratu Ilmu Hitam versi 2019 ini yaitu pemeran utama sangat dirahasikan oleh Tim Produksi. Berbeda dengan film tahun 1981 yang secara gambalng di scene pertama sudah jelas di ceritakan. Di versi 2019 kalian akan dibuat penasaran menerka-nerka kira-kira sipa sih sang Ratu Ilmu Hitam sebenarnya.

Story

Tentu sangat berbeda sekal story yang melatar belakangi si Ratu Ilmu Hitam antara versi 1981 dan versi 2019. Seperti yang dibahas sebelumnya, di versi 1981 bercerita secara gambalang proses terbentuknya Si Ratu Ilmu Hitam dari awal skenario. Si Ratu Ilmu Hitam yaitu Murni yang diperankan oleh Suzana merupakan perempuan desa yang sakit hati oleh kekasihnya yang bernama  Kohar yang ingkar janji dan menikah dengan perempuan lain yang tak lain adalah anak kepala desa. Jika kalian penasaran dan tertarik, silahkan menonton film Ratu Ilmu Hitam yang versi tahun 1981.
Nah di versi 2019, cerita di awali oleh perjalanan Hanif membawa Nadya istrinya dan ketiga anak mereka ke panti asuhan tempat Hanif dulu dibesarkan. Pengasuh panti itu, Pak Bandi, sudah sangat tua dan sakit keras, Hanif datang untuk menjenguk setelah bertahun-tahun tidak bertemu. Bukan cuma Hanif yang datang berkunjung, tapi juga dua sahabat Hanif saat tinggal di panti, Anton dan Jefri yang membawa istri-istri mereka. Malam itu mereka semua tiba di panti asuhan yang terletak di luar kota dan jauh dari pemukiman penduduk itu. Mereka bermaksud bermalam di sana untuk memberikan penghormatan terakhir buat orang yang telah mengasuh mereka sejak kecil. Mereka menyangka malam itu akan jadi malam yang penuh kedamaian. Mereka pun perlahan mulai memahami bahwa mereka sendirilah yang menciptkan suatu masalah besar.
Yang saya sangat suka dari skenario bang Joko, walaupun beliau me remake film terdahulu tetapi tidak menciptakan cerita yang persis. Walaupun kalian sudah menonton film Ratu Ilmu Hitam versi 1981 tentu ceritanya sangat berbeda dengan versi 2019. Walau film ini penuh diselimuti adegan yang tidak nyaman tapi Banyak sekali scene-scene yang membuat kita penasaran dan tetap duduk tenang di kursi untuk menyaksikan akhir dari ptongan-potangan cerita.

Jenis Serangan Ilmu Hitam

Nah, ini dia yang paling khas dari film Ratu Ilmu Hitam yaitu cara serangan ilmu hitamnya. Di versi 1981 ada beberapa teknik teluh/santet yang beraneka ragam, dan saat kredit film juga akan ditampilkan cuplikan-cuplikan jenis teluh tersebut. Berikut adalah beberapa teknik teluh atau santet yang ada versi tahun 1981
Pertama yaitu serangan tawon yang menyelimuti seluh muka dan badan, kedua yaitu seseorang yang ditenggelamkan ke dalam sawah dan mukanya dipenuhi belut sawah, ada yang kulitnya melepuh, badanya membesar dan masih banyak lagi. Dan yang aku salut di film versi 1981 tentunya belum mengenal CGI yang canggih, semua effect dibuat dengan effect organik.
Di versi 2019 juga tidak kalah menarik loh.. tapi untuk menjaga agar tidak spoiler, lebih baik kalian menonton langsung filmnya. DI versi 2019 ini teknik visual effectnya kombinasi antara visual effect organik dan CGI.
Oke teman-teman, itulah beberapa perbedaan yang mendasar di film Ratu Ilmu Hitam versi tahun 1981 dan versi tahun 2019. Semoga terhibur.

Sekian dan terimakasih.

Read More

Monday, November 4, 2019

Cara Menghitung Waktu Paruh Radioaktif

Cara Menghitung Waktu Paruh Radioaktif

萝莉乖乖让我爱

Waktu paruh atau waktu paro atau half life merupakan interval waktu yang diperlukan oleh suatu unsur yang bersifat radioaktif untuk meluruh menjadi setengah dari jumlah semula. Laju peluruhan unsur radioaktif bersifat eksponensial.

萝莉乖乖让我爱

Diketahui massa suatu zat radioaktif yaitu 1,28 mg. Setelah 4 hari (T) massa zat tersebut berubah menjadi 0,32 mg. Berpakah waktu paruh zat tersebut?

Penyelesaian:
Diketahui:
Massa zat akhir (N) = 0,32 mg
Massa zat awal (N0) = 1,28 mg
T = 4 hari
Ditanyakan:
Waktu paruh (t)
Jawab:
perhitungan waktu paruh


Jadi waktu paruh untuk zat tersebut yaitu 24 hari. Ini berarti bahwa setiap 24 hari berlalu, massa zat tersebut berkurang separuhnya.

Kata kunci: rumus paruh waktu, cara menghitung paruh waktu radio aktif, k3, radioaktif.

Read More

Perbedaan Kecelakaan, Keselamatan (Safety), Bahaya, dan Risiko

Perbedaan Kecelakaan, Keselamatan (Safety), Bahaya, dan Risiko


Kecelakaan (Accident)

Kecelakaan (Accident) adalah kejadian yang pada umumnya merupakan akibat dari rentetan peristiwa sebelumnya yang dikemudian hari menyebabkan cedera, kematian, keruskan, kebakaran, atau kerugian harta benda dan kerusakan lingkungan. (Wiranto, 2015).

Keselamatn (Safety)

Keselamatn (Safety) adalah suatu kondisi terhindar dari atau usaha mencegah terjadinya kecelakaan melalui penerapan sains dan teknologi untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi potensi bahaya tersebut. (Wiranto, 2015).

Bahaya atau Potensi Bahaya (Hazard)

Bahaya atau Potensi Bahaya (Hazard) adalah kondisi fisik, kimia, ataupun lingkungan yang berpotensi menyebabkan keruskan dan risiko bagi manusia, aset, dan lingkungan.(Wiranto, 2015).

Risiko (Risk)

Risiko (Risk) adalah ukuran tentang cedera dan korban pada manusia, kerugian ekonomi, atau keruskan lingkungan yang dinyatakan dalam kemungkinan risiko dan besarnya kerugian, cedera, dan korban yang dapat terjadi. (Wiranto, 2015).
Read More

Saturday, October 19, 2019

Review Film Perempuan Tanah Jahanam

Review Film Perempuan Tanah Jahanam

Hallo! Kembali lagi di sesi review film.
Sebenarnya saya sudah menonton film ini dari dua hari yang lalu, tapi baru sempat nulis reviewnya sekarang.

Ok, buat kalian yang sedang mencari review tentang film Perempuan Tanah Jahanan, kalian tepat sekali menemukan artikel ini. Di sini saya akan memberikan gambaran secara umum (tidak spoler).

Ini merupakan film ke dua karya Joko Anwar yang saya tonton, sebelumnya saya menonton karya beliau yang berjudul Pengabdi Setan. Walaupun dua film tersebut berkategori Horror, tapi di film Perempuan Tanah Jahanan ini berbeda type horrornya. Di film Pengabdi Setan, nuansa Horror hantunya lebih kental, sedangkan di film Perempuan Tanah Jahanam ini lebih menekankan horror thriller. Joko Anwar sendiri pun pernah bilang, ingin menyajikan sebuah film yang menjelaskan bahwa "Hal yang paling menakutkan yang sesungguhnya adalah manusia, bukan hantu". Tapi tenang ko, buat kalian pencinta hantu, di film ini juga menyajikan beberapa hantu hehe.

Di film Perempuan Tanah Jahanan, scene jumpscarenya terbilang sedikit sekali dibandingkan film horror pada umumnya. Tapi, untuk masalah vibe kengeriannya dapet sekali, mulai dari set lokasi, dialog, bahkan storynya itu sangat deep. Dan satu lagi, musik-musik yang dihadirkan sungguh sangat luarbiasa, terlebih musik openingnya. Sampai-sampai teman saya yang nonton di sebelah menutup telinga karena merasa ngeri mendengar musik-musiknya.

Kekurangan dari film ini cuma satu, durasinya kurang panajang :(
terasa juga di babak scene-scene terakhir terasa tergesa-gesa sehingga tidak bisa dinikmati dengan seksama. Kalau saja bisa di pause itu layar bioskop, pasti saya pause dulu dan resapi ceritanya hehe.

Tapi overall ini keren pisan. Aku berani kasih rating 9.2/10
Good Job Joko Anwar dan TIM.
Oh iya acting pemainnya juga keren abis!!! Apalagi dengar-dengar 80% pemainnya asli dari penduduk setempat loha dan mereka actingnya ngalir begitu saja, tidak terlihat kaku. keren sih.

Buat kalian yang ingin merasakan nuansa baru "horror", kalian wajib tonton video ini. Ini aman ko buat kamu yang suka kagetan hehe, cuma sipin saja mental kamu hehe. Selamat menonton.
Read More

MSDS Vs. ICSCs

Msds vs icscs
Hi friends, hari ini saya ingin berbagi informasi mengenai apa itu MSDS dan apa itu ICSCs. Buat kalian yang sedang mencari infromasi mengenai pengertian MSDS, pengertian ICSCs, atau bahkan ingin mencari perbedaan dari MSDS dan ICSCs, kalian tepat sekali berada di halaman ini. Yuk langsung saja kita bahas.

Pengertian MSDS

MSDS adalah kepanjangan dari Material Safety Data Sheet atau bisa diartikan sebagai Lembar Data Keselamatan Bahan. MSDS merupakan informasi penting yang terdapat pada lembar kertas yang berisi tentang informasi tanggap darurat terhadap material tertentu. Contohnya MSDS HCL, nah tentu MSDS tersebut akan membahas cara menangani HCL ketika tumpah, terkena kulit, bahkan tertelan, dan masih banyak lagi informasi lainnya di MSDS.

Lembar Data Keselamatan Bahan memuat informasi tentang;
  1. Informasi umum tentang bahan.
  2. Informasi Komponen Berbahaya.
  3. Reaktivitas Bahan.
  4. Sifat Mudah terbakarnya bahan.
  5. Sifat Fisika Bahan.
  6. Sifat Kimia Bahan.
  7. Dampak Kesehatan.
  8. Pertolongan Pertama.
  9. Penyimpanan.
Untuk informasi lebih jelas tentang MSDS, kalian bisa baca di sini.

Pengertian ICSCs

The International Chemical Safety Cards (ICSCs) adalah lembar data yang dimaksudkan untuk memberikan informasi keselamatan dan kesehatan tentang bahan kimia dengan cara yang jelas dan ringkas. Tujuan utama Kartu ICSCs adalah untuk memberikan infromasi penggunaan bahan kimia yang aman di tempat kerja. Pengguna target utama adalah pekerja dan mereka yang bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan kerja. Proyek ICSC adalah tugas bersama antara Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dengan kerja sama Komisi Eropa.

Kalian bisa download kartu ICSCs dengan gratis di link ini
Download


Read More

Monday, September 2, 2019

Review Film Gundala (2019)

Review Film Gundala (2019)

Akhirnya Indonesia punya Patriot! Maksudnya pahlawan super fiksi ya sahabat. Akhir-akhir ini netizen seluruh jagad raya sosial media dihebohkan dengan pengumuman karkater-karakter super hero Indonesia oleh Joko Anwar. Yap! Super hero tersebut merupakan adaptasi dari cerita Bumi Langit yang kemudian oleh Joko Anwar di garap dan diviualisasikan menjadi Jagat Sinema Bumilangit. Maafkan diriku sebagai orang Indonesia yang baru tahu ternyata Indonesia mempunyai cerita Bumi Langit sekeren dan sekompleks ini. Setelah menonton film “Gundala” yaitu film debut perdana Jagat Sinema Bumilangit, sungguh diri ini semakin antusias ingin menyaksikan kisah-kisah lainnya. Sumpah tidak bohong dan tanpa lebay hehe ini film tidak kalah loh sama Marvel Cinematic Universal. Buat kalian yang masih bingung dan ragu dengan film ini, yuk simak ulasan atau review dariku mengenai film Gundala ini. SKUY!

Sinematografi
Siapa sih yang tak kenal Joko Anwar? Film sebelumnya yaitu Pengabdi Setan, sungguh membuat diri ini berdecak kagum terlebih mengenai garapan sinematografinya. Lalu apakah di film Gundala memberikan kesan yang sama? YA! Tentu! Di beberapa scene film Gundala, saya melihat sang kameramen sangat bekerja keras. Pengambilan gambar dilakukan dengan sungguh-sungguh. I mean, ini tidak hanya sekedar ambil gambar lalu bilang acton dan cut ya, tapi sang direktor benar-benar matang dalam memilih angle pengambilan gambar.
Di review yang sebelumnya saya sempat bercerita tentang kekecewaan saya mengenai color grading film Bumi Manusia. Tapi syukurlah di film Gundala, kekecewaan itu terobati. Gila men! Color grading film Gundala begitu deep, cinematic, tapi gak lebay. Aku suka, seriusan hehe. Tapi balik lagi ya, taste orang berbeda-beda. Semua dikembalikan lagi dengan selera masing-masing.

Visual Effect
Dengar kabar bahwa di film Gundala, Joko Anwar seminimal mungkin menggunakan visual effect berbasis komputer atau CGI. Beliau lebih memilih menggunakan visual effect organik atau alami. Mungkin itu semua beralasan bahwa memang CGI Indonesia belum cukup memuaskan mata. Sebenarnya bisa kok, tapi semua itu kembali lagi ke dana cuy. Realistis saja, selagi bisa menggunakan visual organik kenpa tidak. Lagian sekeren-kerennya CGI itu bakalan terlihat fake diabanding dengan visual organik.
Lalu bagaiamana visual efect di film Gundala? Sudah kuduga, di sini Saya mulai merasakan kekecewaan. Baru juga film dimulai tepatnya di scene pertama sudah merasa kecewa. Di scene tersebut melihatkan view atau suasana pabrik semen (kayaknya sih pabrik semen soalnya saya melihat banyak debu-debu batu kapur). Di shot tersebut melihatkan beberapa burung yang sedang terbang, dan burung tersebut sangat sangat terlihat fake karena menggunakan CGI. Menurutku sebenarnya tanpa burung-burung juga sudah keren padahal. Tapi saya tidak patah arang, saya optimis bahwa film ini keren. Sayapun lanjut menonton dan mencoba melupakan hal tadi. 
Tapi, semua itu terbayar sudah saat saya melihat beberapa scene yang menggunakan visual efek organik. Salah satunya visual efek patah kaki. Gila itu real banget. Sampe terdengar juga beberapa orang di teater teriak lirih kengerian. Dan masih banyak lagi efek-efek keren lainnya.

Story
Alur film ini cukup mudah dicerna oleh semua orang. Bukan tipe film yang harus memutar otak demi memecahkan setiap scene yang ada. Cerita dimulai dari kisah Gundala saat masih kecil. Namanya juga film perdana, tentu lebih intens menceritaka asal usul terbentuknya jati diri sang tokoh utama yaitu Gundala. 
Di awal-awal cerita saya sendiri masih belum merasa terkoneksi dengan apa yang diinginkan Joko Anwar. Karena di awal film, terkesan kisah masih samar, banyak adegan-adegan yang terjadi tanpa terlebih dahulu dilandasi teori dasar atau hint. Terlebih scene saat Gundala masih kecil. Jujur saya paham sih sebenarnya dengan inti ceritanya tapi rasa paham itu terkesan terpaksa tidak didasari dengan flow cerita yang ciamik.

Bergerak ke scene saat Gundala tumbuh dewasa, disini saya mulai merasakan feel dengan alur cerita film ini. Kekuatan karakter utama mulai kokoh, konflik-konflik juga sudah terlihat jelas. Dan yang harus di apresiasi adalah di sini mulai dimunculkan joke-joke ringan. Joke tersebut berhasil, buktinya hampir semua penonton di teater ikut tertawa (begitupun saya). Sudah kuduga, ternyata Joko Anwar meletakan “racun” nya di pertengahan film. Dan di akhir film, kalian akan benar-benar menelan “racun” tersebut. Gila sih ini film kenren. Terlebih film ini diperankan oleh aktor-aktor yang luarbiasa. Saat nonton dan mulai bermunculan aktor-aktornya, saya hanya bisa berdecak kagum. Joko Anwar sungguh tidak salah pilih aktor. Tapi tidak menutup kemungkinan ada beberapa akting yang menurut saya harus ditingkankan lagi khususnya yang memerankan Gundala kecil. Akting kamu sudah bagus dek, terus asah lagi kemampuan kamu. Karir kamu masih panjang. Buat Pak Joko Anwar, lanjutkan PAK! Diri ini sungguh bangga!

Ok itulah ungkapan kebahgiaanku saat nonton film Gundala. Kalian yang suka film super hero, please banget wajib nonton, apalagi ini film karya anak bangsa. Wajib di dukung!!!!!!

My Rate
Story
4.5/5
Cinematography
4/5
Visual Effect
3.5/5
Overall
9.0/10
Read More

Monday, August 26, 2019

Pengalaman Nonton Film Bumi Manusia

Pengalaman Nonton Film Bumi Manusia

Review Film Bumi Manusia

Ok. Akhirnya terkumpul juga niatan untuk mereview film Bumi Manusia. Sebenarnya saya sendiri sudah menonton film Bumi Manusia lebih dari satu minggu yang lalu. Tadinya mau langsung tulis review, karena terhalang jadwal ujian akhir semester dan kegiatan pindahan kost adik saya jadinya ngaret. Semoga saja informasi review ini masih bermanfaat ya buat kalian yang belum nonton ataupun yang sudah menonton yang ingin mencari-cari opini tentang film ini.

Sedikit cerita, sebenarnya saya sendiri sama sekali tidak tertarik dengan film Bumi Manusia dengan alasan yang sangat subyektif. Karena kurang suka dengan acting Iqbal Ramadhan. Entah. Tapi saya sangat tertarik dengan novelnya, ingin rasanya membeli novel Bumi Manusia. Sayapun tergiur dengan promo yang diberikan Tix ID. Saat itu Tix ID memberikan promo tiket nonton hanya 17 ribu plus 3 ribu biaya administrasi jadi totalnya 20 ribu. Di hati berkata bahwa ini lumayan, kebetulan hari itu adalah hari minggu yang notabene harga tiket 50 ribu ke atas. Jadi akhirnya sayapun memesan tiket Bumi Manusia melalui Tix ID dan memilih jadwal jam 11 siang karena niatan saya beres nonton pukul 1 siang supaya waktu sorenya bisa digunakan untuk belajar materi yang akan diujiankan besok senin. Akhirnya saya pun bergegas mandi dan menuju ke bioskop. Sampai juga saya di bioskop, langsung cek HP. KECEWA!. Loh kok kecewa? Ternyata 25 menit yang lalu tiket saya di refund oleh tix ID. Kan kentang!. Bodohnya saya tidak mengecek HP sebelum berangkat. Untuk menghibur diri, akhirnya saya putuskan untuk makan di Mujigae. Selesai makan entah kenapa hati ini masih mengganjal.Tidak rela pulang lagi ke kostan dengan rasa kekecewaan. Akhirnya entah karena bisikan dan godaan syetan jenis apa, akhirnya sayapun dengan enteng berjalan meuju meja pemesanan tiket. Tiketpun terbeli dengan harga 55 ribu. Saya nonton di jam setengah dua, dan pulang maghrib.

Okelah kalau begitu langsung saja. Maaf ya kebanyakan curhat.

Opening film disuguhkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, tertulis bahwa hadirin dimohon berdiri. Satu bisokop berdiri dan bernyanyi Indonesai Raya. Merinding dan bangga. Di akhir lagu, tiba-tiba ada salah satu penonton yang teriak “Merdeka!” dan semua orang pun tepuk tangan. Di momen itu tentuya semakin membuat nuansa tetater semakin hangat dan tak sabar ikut mengalir di dalam cerita Bumi Manusia.

Dilihat dari segi durasi, film ini lumayan buat kenyang kalian yang suka dengan film berdurasi panjang. Film Bumi Manusia berdurasi 3 jam 1 menit. Tapi ya lumayan sih tidak buat kalain boring-boring banget.

Ada pepatah mengatakan bahwa jika kita tidak suka dengan seseorang ya sulit untuk menerima orang tersebut. Jujur sebenarnya saya sendiri mengharapkan ackting Iqbal di sini bisa meningkat. Tapi ya begitu, belum bisa mencuri perhatian saya. Saya malah lebih fokus ke detail-detail film yang begitu apik menyajikan nuansa-nuansa jaman dulu. Dari segi cerita walaupun ini film 3 jam tapi saya merasa scene-scene yang disajikan tidak mengalir seirama, terkesan banyak adegan yang terpotong (walau saya sendiri belum membaca novelnya ya, duh maafkan saya yang begitu sok ide). Konflik yang disajikan dalam film juga banyak yang tersaji kurang rapih, maksudnya seperti ada sesuatu yang belum digambarkan dengan jelas di konflik A tapi film sudah membawa kita ke konflik B.

Dilihat dari segi sinematografi dan editing menurutku sedikit mengecewakan, terlebih di editing color gradingnya masih kasar warna yang tersaji. Okelah ini berkonsep cerita di zaman dulu tapi color grading yang tersaji terllau kuning, saya sendiri percaya color grading film ini bisa lebih halus lagi harusnya. Sinematografinya juga standar, tidak jelek tapi yaaa belum memberikan kesan waw.
On point dari film ini sebenarnya ingin membuka mata penonton akan perbedaan perlakukan kepada pribumi, indo (campuran pribumi dan belanda), dan belanda pada masa lalu. Di cerita Bumi Manusia juga tersemat dengan rapih mengibarkan kampanye bahwa kita harus bebas dan bangkit, tidak boleh merasa hidup makmur terikat karena jasa orang lain. Kita harus sadar bahwa kita bisa makmur karena kita sendiri. Buanglah mental dipekerjakan, buanglah mental ketergantungan dengan orang lain.
Simpulannya film ini wajib nonton sih, terlebih momennya pas banget di bulan Agustus. Film yang wajib di tonton untuk memperkuat rasa cinta kepada tanah air. Rating yang bisa saya berikan untuk film ini yaitu 69/10.

Ok terimakasih sudah membaca celotehan saya kali ini.

Sedikit info lagi, buat kalian yang baru saja mau menggunakan aplikasi tix id, bisa pakai kode refferal saya, supaya kalian dapet voucher 25 ribu. Lumayan kan.

Kode refferal TIX-ID: YSC3U6



Read More